Membangun Jiwa Entrepreneur di Era Transformasi Digital: Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gelar Kuliah Umum Kewirausahaan
Tasikmalaya, 22 Oktober 2025 — Pusat Pengembangan Pendidikan (Pusbangdik) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menyelenggarakan Kuliah Umum Kewirausahaan Bidang Kesehatan dengan tema “Peran Mahasiswa Menciptakan Inovasi dan Kewirausahaan Bidang Kesehatan di Era Transformasi Digital untuk Membangun Daya Saing Global.”
Kegiatan yang berlangsung di Aula Direktorat Lantai 3 Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi dan diselenggarakan secara hybrid, baik luring maupun daring. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dr. Dini Mariani, S.Kep., Ners, M.Kep, serta diisi dengan materi inspiratif dari narasumber Dosen dan praktisi kewirausahaan digital, yaitu Bapak Dr. Muhammad Rifqi Arviansah, SE, M.S.N dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran.
Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menekankan pentingnya membekali mahasiswa dengan kompetensi tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai wirausahawan yang adaptif terhadap era digital.
“Kita harus mampu menangkap peluang dan menguasai skill baru agar siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Kemenkes mendorong tenaga kesehatan untuk berkiprah di dunia internasional. Poltekkes Tasikmalaya harus menjadi bagian dari gerakan ini,” ujar beliau.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diajak untuk memahami konsep dasar kewirausahaan di sektor kesehatan, mengidentifikasi peluang bisnis berbasis kompetensi keilmuan, serta mempelajari cara membangun jejaring, mengelola risiko usaha, dan memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan bisnis.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan muncul dari mahasiswa lintas program studi — mulai dari strategi membangun jaringan bisnis, pengembangan karier melalui freelance di bidang kesehatan, hingga tantangan menjaga keberlangsungan usaha. Narasumber menekankan pentingnya empati, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar sebagai kunci sukses dalam berwirausaha.
“Bisnis yang berkelanjutan berawal dari empati terhadap kebutuhan orang lain. Bangun portofolio digital, ikuti kompetisi, dan perluas jejaring untuk membuka peluang investor,” jelas Dr. Rifqi dalam paparannya.
Mahasiswa juga mendapatkan wawasan tentang legalitas usaha kesehatan, seperti perizinan produk pangan dan layanan kesehatan, pentingnya sertifikasi, serta strategi digital marketing untuk memperluas jangkauan bisnis.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal munculnya wirausahawan muda di bidang kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.
“Kewirausahaan bukan sekadar menjual produk, tetapi menciptakan solusi. Mahasiswa kesehatan memiliki potensi besar untuk menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” tutup Wiwin Mintarsih Purnamasari, S.SiT., M.Kes., Kepala Pusbangdik.
Sebagai tindak lanjut, Pusbangdik akan merancang program lanjutan berupa coaching clinic dan kompetisi ide bisnis kesehatan agar mahasiswa dapat mengembangkan gagasan inovatif menjadi rencana usaha nyata.
📸 Dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui tautan: https://s.kemkes.go.id/KuliahUmum_Kewirausahaan2025
